Air terjun Curug Cimahi

Air terjun Curug Cimahi 
Secara geologi Curug Cimahi telah ada sejak hadirnya Gunung Sunda Purba, yang sekarang lebih terkenal dengan Gunung Tangkuban Parahu. Sumber mata air Curug Cimahi ini berasal dari mata air Gunung Tangkuban Parahu.
Berenang dan berendam di Air terjun Curug Cimahi. Objek wisata ini terletak di dekat pintu masuk yang berada di sisi jalan Cimahi ke arah Lembang. Untuk mencapai objek wisata dengan panorama alam yang luar biasa indahnya ini, para pengunjung harus melewati jalan setapak berbentuk anak tangga yang menghantarkan pengunjung ke daerah tujuan. Di dalam kawasan Curug Cimahi kita dapat melihat pemandangan alam yang indah sekali, terutama menyaksikan percikan air terjun yang berjatuhan dari atas tebing setinggi 85 meter.

Curug Cimahi, sebuah air terjun yang terletak di Jl. Kol. Masturi, Cisarua, Kab. Bandung Barat bisa jadi opsi tempat Anda berwisata. Dinginnya udara di kawasan Lembang, akan berlipat dengan dinginnya deburan air di air terjun ini. Hal ini sebanding dengan Berenang dan berendam di Air terjun Curug Cimahi

Curug yang airnya mengalir hingga Cimahi ini sudah menjadi tempat wisata sejak tahun 1973. Pengelolanya sempat berubah-ubah, dari Dinas Pariwisata Kab. Bandung dan kini di bawah Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten. Pengunjung dikenai tiket seharga Rp 10.000 untuk masuk ke tempat wisata ini.

Para pengunjung yang datang ke daerah ini banyak diantaranya yang melanjutkan aktivitasnya dengan Berenang dan berendam di Air terjun Curug Cimahi. Selain air yang bersih, sejuknya air yang menyejukan badan, serta lantunan derasnya air terjun yang jatuh ke dasar permukaan tanah menambah keceriaan serta suasana yang menyenangkan ketika pengunjung berkunjung ke daerah ini.

Alamat Air terjun Curug Cimahi:

Kecamatan Cisarua
Koordinat : 6 47' 58" S, 107 34' 39" E

Arah Air terjun Curug Cimahi:

10 Km dari Kota Cimahi ke arah lembang. Atau dari Lembag ke arah TerminalParongpong ke arah kiri

Arah menuju Kawah Papandayan

Arah menuju Kawah Papandayan
Kawah Papandayan. Objek wisata yang berlokasi di Garut ini termasuk objek wisata alam cukup terkenal, terutama bagi mereka yang punya hobi mendaki gunung, baik yang tinggal di kawasan Provinsi Jawa Barat maupun di luar Provinsi Jawa Barat. Letak objek wisata ini pun terbilang sangat mudah ditempuh melalui transportasi darat selama hampir kurang lebih 2,5 s.d. 3 jam.
Gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif, rekor pertama meletus pada bulan Agustus 1772 yang memuntahkan berkubik-kubik material alam sejauh satu kilometer ke udara, dengan menelan korban sebanyak 3.000 orang dan menimbun 40 desa disekitarnya.

Kawah Mas merupakan kawah yang terletak di tengah Gunung Papandayan dengan lebar sekitar 150 meter. Banyak wisatawan berkunjung ke daerah ini untuk melihat fenomena kawah yang sangat unik dan menarik, gemuruh suara kawah yang seperti suara kapal mesin jet, serta semburan asap tebal dari dalam kawah semakin menambah keterpukauan wisatawan akan fenomena alam yang jarang ditemui ini.

Lokasi Kawah Papandayan. :

Papandayan dapat dicapai dengan mudah dari arah Kota Garut ke arah Selatan dalam hitungan 30 menit, melalui Samarang ke arah Cisurupan. Dipertigaan Cisurupan, belok kanan menyusuri jalan desa dengan aspal bagus yg terus mendaki ke ketinggian 2300m dpl ke Cagar Alam Papandayan dengan jalannya yang berkelok-kelok dengan pemandangan kebun kentang dan hutan pinus yang indah.
Memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki bagi para wisatawan yang akan menuju ketengah kawah gunung ini dari area tempat parkir kendaraan. Di puncaknya kita dapat melihat pemandangan sekitar gunung yang indah yang berpadu dengan kepulan asap belerang yang menyembur dari dasar perut bumi.
Koordinat : 7 18' 24" S, 107 42' 50" E

Fasilitas: Camping area, Toilet, Kios Makanan, Mushola

Sungai Citumang Pangandaran

Sungai Citumang Pangandaran
Green Valley, Sungai Citumang airnya keluar dari gua dan jatuh membentuk air terjun. Bagi Anda penggemar petualangan seru dan penuh tantangan, objek wisata Citumang mungkin bisa menjadi pilihan. Keunikan dari Citumang adalah adanya aliran hulu sungai yang keluar dari sebuah gua yang jatuh membentuk curug (air terjun). Namun di balik curug tersebut terdapat sebuah goa lain yang cukup panjang dan berada persis di bawah permukaan sungai yang berada di atasnya.

Sedangkan sumber airnya sama, yaitu berasal dari gua yang berada di hulu. Sehingga numpang (berada di atasnya), yang berasal dari kata cai (air) dan tumpang (di atasnya). Akan tetapi masyarakat lebih suka menggunakan kata Citumang daripada Citumpang.

Rute perjalanan menyusuri aliran Air Citumang akan mengawali petualangan Anda, dengan kondisi alam yang masih alami dengan airnya yang sangat jernih, membuat petualangan di sini berbeda dengan objek wisata yang lainnya.
Para pengunjung juga akan diajak untuk menerobos gua-gua karang dan akar pohon besar serta bebatuan yang unik sampai ke air terjun yang di dalamnya terdapat goa. Aktifitas yang dapat dilakukan antara lain berenang dan panjat tebing.

Lokasi Sungai Citumang airnya keluar dari gua dan jatuh membentuk air terjun:

RPH Cisaladah, BKPH Pangandaran, KPH Ciamis (Desa Bojong Kecamatan Parigi)
Koordinat : 7°38,933'S 108°32,279'E

Sungai Green Canyon atau Cukang Taneuh

Sungai Green Canyon 
Green Canyon atau Cukang Taneuh pesona sungai dan ngarai. Suatu bentukan alam yang unik, dengan fitur utama sungai (Cijulang) dan ngarai yang terbentuk dari tanah di kedua sisinya. Bagi Anda penggemar trekking, camping, canoing, dan sebagainya, objek wisata ini bisa menjadi pilihan utama. Selain itu, kebersihan sungai yang terjaga dan pemandangan yang memukau di kedua sisinya membuat kawasan ekowisata menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Ciamis.

Cukang Taneuh atau Green Canyon adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.

Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.
Nama Green Canyon

Nama Green Canyon dipopulerkan oleh seorang Perancis pada tahun 1993. Namun, orang Sunda menyebut Green Canyon dengan sebutan Cukang Taneuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah. Nama Green Canyon ini juga merupakan pelesetan dari nama Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat.
Lokasi Green Canyon  atau Cukang Taneuh pesona sungai dan ngarai:

Desa Karang Paci, Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis
Koordinat : 7 43' 47.96" S, 108 26 53.12 E

Arah menuju Green Canyon atau Cukang Taneuh pesona sungai dan ngarai:

Dari ibu kota Kabupaten Ciamis menempuh jarak sekitar 90 km ke arah Barat melewati Pangandaran, Parigi dan Cijulang. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu bermesin menuju Palatar

Informasi Lebih Lanjut: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Jl. Mr. Iwa Kusuma Sumantri No. 14 Ciamis

Taman Hutan Raya Juanda

Taman Hutan Raya Juanda
Taman Hutan Raya Juanda. Hutan Raya yang dulu dikenal dengan nama Dago Pakar ini dimulai pada tahun 1922, ketika batas-batas hutan ini ditetapkan. Pada tahun 1963, hutan lindung ini mulai dipersiapkan sebagai hutan wisata atau kebun raya. Oleh karena itu, kawasan seluas 30 ha di mulai ditanami pepohonan yang berasal dari berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Indonesia.

Atas Gagasan Gubernur Propinsi Jawa Barat pada 23 Agustus 1965, hutan ini diresmikan sebagai Kebun Raya / Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda. Pada tahun 1980 pengelolaannya dialihkan dari Perum Perhutani ke Direktorat Jendral Perlindungan dan Pengawetan Alam (sekarang Direktorat Jendral Perlindungan dan Pelestarian Alam / PHPA).

Ekosistem di Taman Hutan Raya Juanda

Anda dapat melihat berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan ini. Terdapat lebih kurang 2.500 pohon yang termasuk dalam 40 familia dari 108 spesies, antara lain Cemara Sumatra, Kayu Jati, Bayur Sulawesi, Jati Jawa, Mahoni Uganda, Mahoni Daun Besar, Pohon Sosis, Pinus atau Tusam, Tusan Mexico, dan Kaliandra. Sedangkan faunanya terdiri dari berbagai jenis burung dan mamalia, di antaranya Ketilang atau Cangkurileung, Jalak, Tekukur, Elang, Perkutut, Puyuh Batu, Musang, dan Bajing atau Tupai.
Koordinat: 6 51' 29" S, 107 37' 50" E

Arah ke Taman Hutan Raya Juanda:

8 km ke arah utara pusat Kota Bandung, melewati terminal Dago

Hutan Hujan Gunung Halimun

Hutan Hujan Gunung Halimun
Kawasan perlindungan dan pelestarian Hutan Hujan Gunung Halimun. Gunung Halimun adalah salah satu kawasan perlindungan dan pelestarian hutan hujan tropis terluas di Jawa Barat. Pada tahun 1992 kawasan ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai taman nasional. Nama Halimun diambil dari keadaan cuaca di kawasan ini, karena di pagi dan di sore hari ketenangan hutan dan pegunungan sering sekali diselimuti kabut tipis atau ‘halimun’ (dalam bahasa Sunda).

Taman Nasional Gunung Halimun menyimpan keanekaragaman jenis hayati yang sangat tinggi, tersusun dari tumbuhan bawah, merambat, tumbuhan tinggi, dan bahkan termasuk 75 jenis anggrek yang beberapa di antaranya merupakan jenis langka. Anda akan melihat hal menarik di kawasan ini berupa sebuah jembatan kanopi (canopy walk) yang disediakan bagi pengunjung untuk melihat dan menikmati kesejukan alam di ketinggian 20 – 25 m di atas tanah. Jembatan sepanjang 100 m ini dapat membantu para pengunjung untuk melihat aktifitas binatang tanpa membuat takut dan mengganggu binatang tersebut.


Hutan Hujan Gunung Halimun

Potensi biologis ataupun ekologis Taman Nasional Gunung Halimun dapat dipandang sebagai sesuatu yang berharga dan menentukan bagi wilayah di sekelilingnya.

Taman ini dapat dianggap sebagai tempat cadangan air yang cukup besar untuk kawasan Utara dan Selatan Jawa Barat. Dengan nilai tersebut, Taman Nasional Gunung Halimun adalah sebuah objek wisata yang tidak boleh Anda lewatkan di Sukabumi.



Kawasan perlindungan dan pelestarian Hutan Hujan Gunung Halimun.

Koordinat : 6° 47' 38" S, 106° 28' 50" E

Arah ke  Kawasan perlindungan dan pelestarian Hutan Hujan Gunung Halimun :

Satu setengah jam berkendara mobil dari Jakarta menuju Lido, kemudian menuju kawasan taman nasional dengan menggunakan kendaraan operasional PPKAB.